Mendamaikan Manusia dengan Alam

KAJIAN EKOTEOLOGI KEJADIAN 1:26-28

  • Silva S. Thesalonika Ngahu Institut Agama Kristen Negeri Manado

Abstract

Krisis ekologis dan bencana lingkungan hidup telah menjadi masalah global yang membutuhkan tindakan nyata demi menyelamatkan bumi. Masifnya pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan industri telah mengabaikan pemeliharaan lingkungan bahkan merusak ekosistem. Sumber daya alam dikeruk bahkan dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara sepihak, manusia menganggap dirinya adalah mahkota ciptaan sebagai pemilik gambar Allah atau imago Dei. Paradigma antroposentris inilah yang menjadi titik tolak terjadinya tindakan destruktif-eksploitatif terhadap alam yang berujung pada krisis ekologis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur dengan pendekatan hermeneutik kritik historis dalam mengkaji teks Kejadian 1:26-28 sebagai upaya untuk mengusulkan penafsiran yang dapat memi­nimalisir kerusakan ekologi. Hasil dari penelitian ini akan menyimpulkan pemahaman yang lebih utuh mengenai citra Allah dalam diri manusia, yakni sebagai penjaga, dan mengusulkan adanya suatu paradigma baru yang mengedepankan keadilan ekologis.

References

Amalia, R., Dharmawan, A. H., Prasetyo, L. B., & Pacheco, P. (2019). Perubahan Tutupan Lahan Akibat Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit: Dampak Sosial, Ekonomi, dan Ekologi. Jurnal Ilmu Lingkungan 17(1), 130-139.

Awang, N. A., Setyawan, Y. B., & Nuban Timo, E. I. (2019). Ekoteologi Fungsi Hutan Oenaek: Penyimpangan Paradigma Ekologis Menuju Perilaku Eksploitatif. Jurnal Gema Teologika 4(2), 135-154.

Badan Pusat Statistik. (2020). Angka Deforestasi Netto Indonesia di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan Tahun 2013-2018 (Ha/Th). Diakses pada 22 Februari 2020, dari https://bps.go.id/statictable/2019/11/25/2081/angka-deforestasi-netto-indonesia-di-dalam-dan-di-luar-kawasan-hutan-tahun-2013-2018-ha-th-html

Berkouwer, G. C. (1975). Man: The Image of God. Grand Rapids: Eerdmans.

Borrong, R. (2009). Etika Bumi Baru: Akses Etika dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Brunner, E. (1952). The Christian Doctrine of Creation and Redemption. (O. Wyon, Terjemahan). Philadelphia: Westminster.

Calvin, Y. (2013). Institutio: Pengajaran Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Deane-Drummond, C. (2016). Teologi dan Ekologi. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Guan, T. K. (2012). Kebenaran Doktrin Antropologi dan Soteriologi bagi Kepentingan Etika Lingkungan. Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 13(2), 203-216.

Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Republik Indonesia. (2019). Gerakan Nasional Pilah Sampah dari Rumah Resmi Diluncurkan. Retrieved from https://menlhk.go.id

Keraf, S. (2014). Filsafat Lingkungan Hidup: Alam sebagai Sebuah Sistem Kehidupan Bersama Fritjof Capra. Jakarta: Buku Kompas.

___________ . (2013). Fritjof Capra tentang Melek Ekologi Menuju Masyarakat Berkelanjutan. Jakarta: STF Driyakarya.

McFague, S. (1988). Models of God. Philadelphia: Fortress.

Migliore, D. (1991). Faith Seeking Understanding: An Introduction to Theology. Grand Rapids: Eerdmans.

Nailufar, N. (2019). Laju Deforestasi Indonesia Turun, tapi Masih Kedua Terpesat di Dunia. Kompas. Diakses dari https://sains.kompas.com/read/2019/07 /10/180600223/laju-deforestasi-indonesia-turun-tapi-masih-kedua-terpesat-di-dunia

Nuban Timo, E. (2015). Polifonik Bukan Monofonik: Pengantar Ilmu Teologi. Salatiga: Satya Wacana University Press.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia. (2018). Pergulatan dan Keterlibatan Gereja dalam Keadilan Ekologis: Penelitian Mengenai Tantangan dan Respons Gereja atas Keadilan Ekologis. Jakarta: PGI.

Pinem, T. (2016). Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut: Kajian Teologi Ekofeminisme. Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual & Filsafat Keilahian 1(2), 139-166.

Setyawan, Y. B. (2015). Menuju Eko-Eklesiologi: Gereja dalam Konteks Persoalan Ekologis di Indonesia. Makalah Studi Institut PERSETIA STT Jakarta, 2-14.

Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sunarko & Kristiyanto, E. (2008). Menyapa Bumi Menyembang Hyang Ilahi. Yogyakarta: Kanisius.

Sutanto, H. (2012). Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Malang: Departemen Literatur SAAT.

Thielicke, H. (1984). Theological Ethics I. Grand Rapids: Eerdmans.

von Rad, G. (1967). A Commentary. Philadelphia: Westminster.

Widjaja, P. S. (2018). Apakah Aku Penjaga Saudaraku?: Mencari Etika Ekologis Kristiani yang Panentheistik dan Berkeadilan. Jurnal Gema Teologika 3(2), 167-184.

World Council of Churches. (1992). The Ecumenical Review Volume 43 (266), April 1991. Geneva: World Council of Churches.
Published
2020-07-27
How to Cite
Ngahu, S. (2020, July 27). Mendamaikan Manusia dengan Alam. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 2(2), 77-88. https://doi.org/https://doi.org/10.36270/pengarah.v2i2.28
Section
Articles