Analisis Biblika tentang "Kota-Kota Perlindungan" Berdasarkan Ulangan 19:1-13 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini

  • Yosua Feliciano Camerling Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar

Abstract

Dalam tulisan ini, peneliti melakukan analisis biblika dari teks Ulangan 19:1-13. Teks ini kelihatannya tidak mudah dimaknai ke dalam situasi di zaman modern. Maka dari itu, dengan melakukan tafsiran terhadap teks tersebut, menolong pembaca untuk melihat makna teologis yang relevan atau masih bisa diterapkan ke dalam kehidupan masa kini. Teks Ulangan 19 berbicara tentang kota-kota perlindungan yang tampaknya masih ada kemiripan kasus dengan hukum pidana di Indonesia seperti contohnya tahanan kota dan rumah tahanan negara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis teks Ulangan 19:1-13. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa Allah adalah Allah yang Maha Berdaulat, Allah yang Maha Pemurah dan Allah yang Maha Adil. Untuk itu orang percaya dituntut untuk setia melakukan perintah Allah, percaya bahwa Yesuslah pelunas hutang darah yang sejati dan orang percaya juga perlu hidup dalam kekudusan.

References

Barker, P. (2014). Kitab Ulangan: Allah yang Menepati Janji-janji-Nya. Jawa Timur: Literatur Perkantas.

Beck, R. (2017). God The Judge and Human Justice. Journal of Law and Religion, 32(1), 33-39. https://doi.org/10.1017/jlr.2017.11

Boice, J. M. (2015). Dasar-Dasar Iman Kristen: Sebuah Theologi yang Komprehensif dan Mudah Dibaca. Surabaya: Momentum.

Brake, A. (2019). Diktat Teologi Perjanjian Lama. Makassar: STFT Jaffray Makassar. Belum dipublikasikan.

Bridges, J. (2010a). Apakah Allah Benar-benar Memegang Kendali? Bandung: Pionir Jaya.

___________. (2010b). Mengejar Kekudusan. Bandung: Pionir Jaya.

Brill, J. W. (2015). Dasar yang Teguh. Bandung: Kalam Hidup.

Carson, D. A. (2010). Doktrin yang Sulit mengenai Kasih Allah. Surabaya: Momentum.

Cook, F. C. (1959). The Bible Commentary: Exodus-Ruth. Grand Rapids: Baker Book House.

Craigie, P. C. (1976). The Book of Deuteronomy. Grand Rapids: William B. Eerdmans Publishing Company.

Drew, C. J., Hardman, M. L., & Hosp, J. L. (2017). Penelitian Pendidikan: Merancang dan Melaksanakan Penelitian pada Bidang Pendidikan. Jakarta: Indeks.

Hadad, E. (2017). “Unintentionally” (Numbers 35:11) and “Unwittingly” (Deuteronomy 19:4): Two Aspects of the Cities of Refuge. AJS Review, 41(1), 155-173. https://doi.org/10.1017/S0364009417000071

Hamilton, V. P. (1982). Handbook on the Pentateuch. Michigan: Grand Rapids.

Harlow, R. E. (1986). Desert Journey: Studies in Numbers & Deuteronomy. Canada: Everyday Publications Inc.

Kaisler, Jr., W. C. (2013). Teologi Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas.

Kusumaatmaja, A. M. I. (2015). Implementasi Hak-Hak Tahanan Di Rumah Tahanan Negara Kelas I Makassar. Skripsi S.H., Universitas Hasanuddin Makassar.
https://core.ac.uk/download/pdf/77625175.pdf

Lewis, E. (2014). Studi Biblika dan Teologis Surat 2 Petrus Pasal 3. Jurnal Jaffray, 12(2), 317-332. http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v12i2.21

Ludji, B. (2009). Tafsiran Beberapa Teks Perjanjian Lama. Bandung: Bina Media Informasi.

Mattison, K. (2018). Contrasting Conceptions of Asylum in Deuteronomy 19 and Numbers 35. Vetus Testamentum 68(2), 232-251. https://doi.org/10.1163/15685330-12341316

Mayes, A. D. H. (1981). The New Century Bible Commentary: Deuteronomy. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publ. Co., and London: Marshall, Morgan & Scott Publ. LTD.

Mayes, P. L. (1998). Cities of Refuge. Calvary Baptist Theological Journal, 14(1), 1-25. https://biblicalstudies.org.uk/pdf/cbtj/14-1_001.pdf

Pfeiffer, C. F. & Harrison, E. F. (eds.). (2004). The Wycliffe Bible Commentary. Malang: Gandum Mas.

Pinnock, C. H. (1996). God’s Sovereignty In Today’s World. Theology Today, 53(1), 15-21. https://doi.org/10.1177/004057369605300103

Pratt, Jr., R. L. (2005). Ia Berikan Kita Kisah-Nya: Panduan Bagi Siswa Alkitab Untuk Menafsirkan Narasi Perjanjian Lama. Surabaya: Momentum.

Puspitasari, C. A. (2018). Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Pelanggaran Hak Narapidana Dan Tahanan Pada Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara. Jurnal Panorama Hukum, 3(1), 33-46. https://doi.org/10.21067/jph.v3i1.2342

Stackert, J. (2006). Why Does Deuteronomy Legislate Cities of Refuge? Asylum in the Covenant Collection (Exodus 21:12-14) and Deuteronomy (19:1-13). Journal of Biblical Literature, 125(1), 23-49. https://www.jstor.org/stable/27638345

Sutanto, H. (2007). Hermeneutik: Prinsip dan Metode Penafsiran Alkitab. Malang: Literatur Saat.

Tozer, A. W. (2006). Mengenal yang Mahakudus. Bandung: Kalam Hidup.

Triasmoroadi, H. (2018). TEOLOGI KEM(U)(A)RAHAN ALLAH: Sebuah Upaya Mengkonstruksikan Teologi Kemurahan Allah. Gema Teologi 3(1), 39-52.https://journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/318/255

Webster, J. (2004). The Holiness and Love of God. Scottish Journal of Theology, 57(3), 249-268. https://doi.org/10.1017/S0036930604000250
Published
2020-07-30
How to Cite
Camerling, Y. (2020, July 30). Analisis Biblika tentang "Kota-Kota Perlindungan" Berdasarkan Ulangan 19:1-13 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 2(2), 141-155. https://doi.org/https://doi.org/10.36270/pengarah.v2i2.27
Section
Articles