Pemuridan Sebagai Mandat Misi Menurut Matius 28:18-20

  • Patrecia Hutagalung Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Keywords: discipleship, disciples of christ, mission, great commission, the gospel of matthew

Abstract

Salah satu perintah Tuhan Yesus yang harus ditaati dan dilakukan oleh setiap orang percaya adalah Amanat Agung yang terus dipertahankan orang-orang Kristen sam­pai saat ini. Tidak sedikit gereja-gereja yang mengerahkan kekuatannya untuk melaksanakan Amanat Agung dengan berbagai cara yang kreatif dan kekinian. Namun fenomena yang ada, seringkali Amanat Agung dijalankan sebagai suatu program atau proses “pemberitaan”, yang cenderung menekankan “pergi” berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya tetapi mengesampingkan pemuridan. Tanpa mempermasalahkan kegiatan pergi untuk melaksanakan proses penginjilan, tetapi pemuridan merupakan proses yang tidak dapat lepas dari pertimbangan kerangka pelayanan. Dalam Matius 28:18-20, “memuridkan” adalah kata kerja yang menjadi inti dari Amanat Agung. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif yang meneliti sumber-sumber terkait dan mengkaji Matius 28:18-20 sebagai landasan Amanat Agung. Hasil penelitian ini akan menyimpulkan bahwa Amanat Agung adalah proses penginjilan yang bersifat berke­lanjutan untuk mengajar mereka yang telah percaya kepada Tuhan Yesus, menjadi murid Kristus yang akan menghasilkan murid Kristus selanjutnya.

References

Barus, A. (2013). Pemuridan Sebagai Misi Gereja. Jurnal Amanat Agung 9(1), 1-84.

Darmawan, I. P. A. (2019). Jadikanlah Murid: Tugas Pemuridan Gereja Menurut Matius 28:18-20. Evangelikal: Jurnal
Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat 3(2), 144-153.

Diaz, B. N. (2014). Amanat Agung dan Pemuridan. Koinonia 8, 15–45.

Gunawan, A. (2017). Pemuridan dan Kedewasaan Rohani. Jurnal Theologia Aletheia 19, 1-17.

Hartono, H. (2018). Mengaktualisasikan Amanat Agung Matius 28:19-20 dalam Konteks Era Digital 4(2), 157-166

Hendi. (2019). Pemuridan Yang Disertai Kuasa dan Kehadiran Yesus: Analisis Colon Matius 28: 16-20. retrieved from https://osf.io/p5kub.

Henrichsen, W. A. (1977). Murid-murid Kristus Dibuat Bukan Dilahirkan. Bandung: Kalam Hidup.

Lowery, D. K. (2011). Teologi Matius. In A Biblical Theology Of The New Testament. Malang: Gandum Mas.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Schaeffer, R. (2012). Mengapa “Menjadikan Semua Bangsa Murid” (Mat. 28:19)? Forum Biblika 26, 51-60.

Subekti, T. (2019). Pemuridan Misioner dalam Menyiapkan Perluasan Gereja Lokal. Epigraphe: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani 3(2), 157-172.

Wisantono, S. (2019). Korelasi Konsep Kerajaan Allah dan Pemuridan dalam Injil Matius bagi Pemuridan Masa Kini. Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 18(1), 45-67.
Published
2020-02-05
How to Cite
Hutagalung, P. (2020, February 5). Pemuridan Sebagai Mandat Misi Menurut Matius 28:18-20. Pengarah: Jurnal Teologi Kristen, 2(1), 64-76. https://doi.org/https://doi.org/10.36270/pengarah.v2i1.22
Section
Articles